Posted on 20 Januari, 2010 by binhasyim
SPRAIN GRADE 2 ATAU 3
Untuk sprain grade 2 dan khususnya 3, penting agar ujung ligament terlindungi dan menyembuhkannya tanpa terus terjadi gangguan. Panduan rehabilitasi untuk grade 2 atau 3 ligement collateral medial dapat menjadi 4 tahapan:
Tahap 1: Segera setelah cedera
Bertujuan : Kontrol pembengkakan, mempertahankan kemampuan untuk meluruskan lutut lebih dari 90 derajat, dan mulai melakukan strengthening exercise.
Durasi : 4 minggu
- Istirahat dari semua kegiatan yang menimbulkan rasa sakit. Menggunakan crutches jika diperlukan, dimulai dengan NWB kemudian partial weight bearing selama 2 minggu dan pada akhir minggu ke 4 lakukan jalan secara normal.
- Memakai knee brace untuk melindungi ligament cruciatum medial. Lakukan terapi dingin dan kompresi. Dosis cold terapi 15 sampai 20 menit setiap 2 jam sekali untuk 2 bulan pertama dan secara bertahap mengurangi frekuensinya sampai 3 kali sehari selama seminggu. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Sport Injury | Leave a Comment »
Posted on 20 Januari, 2010 by binhasyim
SPRAIN GRADE 1

Panduan rehabilitasi sprain ligament collateral medial grade 1 atau ringan, dibagi menjadi 4 tahap:
Tahap 1 : Segera setelah cedera
Bertujuan : untuk mengurangi pembengkakan (jika ada), memastikan lutut dapat diluruskan sepenuhnya dan dapat difleksikan lebih dari 90 derajat, dapat dimulai dengan strengthening exercise tanpa menimbulkan rasa sakit/nyeri.
Durasi : 1 minggu
- Pada hari pertama dan kedua lakukan RICE
- Lakukan streching quadricep dan hamstring tanpa menimbulkan rasa nyeri dan ditambah lakukan mobility exercise fleksi dan ekstensi lutut Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Sport Injury | Leave a Comment »
Posted on 7 Januari, 2010 by binhasyim
Metode Neuro Development Treatment (NDT) atau Bobath yaitu suatu teknik yang dikembangkan oleh Karel dan Bertha Bobath pada tahun 1997. Metode ini khususnya ditujukan untuk menangani gangguan system saraf pusat pada bayi dan anak-anak (Sheperd, 1997). Agar lebih efektif, penanganan harus dimulai secepatnya (Bobath dan Kong, 1967, dikutip oleh Sheperd, 1997), sebaiknya sebelum anak berusia 6 bulan Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Fisiopedi | 1 Komentar »
Posted on 7 Januari, 2010 by binhasyim
Prinsip-prinsip NDT:
1. Kemampuan mekanik setelah mengalami lesi atau dengan menggunakan penanganan yang tepat memungkinkan untuk diperbaiki
2. Lesi pada susunan saraf pusat menyebabkan gangguan fungsi secara keseluruhan namun dalam NDT yang ditangani adalah motorik.
3. Spastisitas dalam NDT dipandang sebagai gangguan dari sikap yang Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Fisiopedi | Leave a Comment »
Posted on 7 Januari, 2010 by binhasyim
Teknik terapi:
Metode NDT mempunyai beberapa teknik : 1) Inhibisi dari postur yang abnormal dan tonus otot yang dinamis, 2) Stimulasi terhadap otot-otot yang mengalami hypertonik , 3) Fasilitas pola gerak normal (Rood, 2000). Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Fisiopedi | 1 Komentar »
Posted on 7 Januari, 2010 by binhasyim
Polineuropati Diabetika merupakan komplikasi yang tersering pada penyakit Diabetes Melitus.Kelainan yang menandai polineuropati diabetika dimasukkan dalam ”tripati” yang meliputi neuropati,retinopati dan nefropati.Umumnya polineuropati diabetika terjadi setelah intoleransi glukosa yang cukup lama.
Polineuropati diabetika adalah sekumpulan gejala yang disebabkan oleh degenerasi saraf perifer atau otonom sebagai akibat penyakit diabetes melitus (Harsono,2005). Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Neuromuscular | Leave a Comment »
Posted on 30 November, 2009 by binhasyim
Tujuan Penatalaksanaan:
- Mengurangi rasa sakit dan bengkak.
- Mengembalikan mobilitas secara penuh.
- Meningkatkan kekuatan dan stabilitas sendi.
- Dapat melakukan aktivitas penuh seperti sedia kala.
Tahap Segera setelah cedera

Pada hari pertama dan kedua lakukan RICE yaitu:
- R : Rest : Istirahat dari kegiatan yang menimbulkan rasa sakit.
- I : Ice : Lakukan cold terapi atau kompres es (gambar )untuk membatasi pembengkakan. Lakukan cold terapi selama 15 menit setiap 2 jam untuk hari pertama dan frekuensi dapat dikurangi secara bertahap sampai 3 kali sehari selama beberapa hari.untuk perhatian jangan tempelkan es langsung ke kulit karena dapat mengakibatkan “ice burns”. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Sport Injury | Leave a Comment »
Posted on 22 Oktober, 2009 by binhasyim

Pengertian
Chondromalacia patella adalah sindroma yang disebabkan karena adanya tekanan yang terjadi secara berulang ulang pada lutut sehingga menyebabkan terjadinya peradangan dan pelembekan pada cartilago dibawah patella (mangkok lutut) Penyebab dari cedera ini adalah pronasi telapak kaki.ketidakstabilan oleh karena tempurung lutut berputar dari sisi kesisi. Bagian dibawah tempurung lutut ini harus dalam keadaan licin seperti kelereng yang berada dibawah celah femoral (celah pada tulang paha). Pada saat patela tertarik kesamping, patela ini akan saling bergesekan dengan chondyle paha sehingga menjadi kasar seperti amplas singga menimbulkan gejala patella chondromalasia. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Fisioterapi pada muskuloskeletal | Leave a Comment »
Posted on 22 Oktober, 2009 by binhasyim

Pengertian
Sprain ligamen colateral medial adalah cedera pada ligamen yang disebabkan oleh karena kaki bagian bawah yang terlalu dipaksa untuk bergerak menyamping ( cedera valgus ).
Anatomi lutut
Lutut terdiri dari dua persendian yang berada didalam satu kapsul sendi, yaitu sendi tibiofemoral dan sendi patelofemoral. Sendi tibiofemoral dibentuk oleh condylus femoralis lateralis dan medialis yang berbentuk cembung dengan tibia plateu yang berbentuk cekung. Sendi patelofemoral dibentuk oleh facies patelaris tulang femur dengan tulang patella. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Fisioterapi pada muskuloskeletal | 2 Komentar »
Posted on 13 Oktober, 2009 by binhasyim
MANFAAT BABY GYM
- Menguatkan otot-otot dan persendian.
- Meningkatkan perkembangan motorik.
- Meningkatkan fleksibilitas atau daya kelenturan tubuh.
- Meningkatkan koordinasi dan keseimbangan.
- Meningkatkan ketahanan tubuh.
- Meningkatkan kemampuan dan keterampilan fungsi tubuh.
- Meningkatkan kewaspadaan.
- Memperkuat interaksi antara orang tua dan bayi.
- Mempelancar peredaran darah dan menguatkan jantung. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: about baby | 1 Komentar »