Beberapa gambaran organisasi motoneuron (bag.8)

 Kinerja gerakan sangat kompleks. Gerak ini memerlukan kerjasama yang harmonis dari sejumlah unit motor, yang terdistribusi di berbagai tempat di med spin dan menginervasi berbagai otot. Aktivitas ini dikoordinasi dalam waktu dan intensitas; waktu fasilitasi dan inhibisi unit harus secara tepat dilakukan. Kekomplekan itu dapat digambarkan dengan baik dengan kenyataan bahwa bagian-bagian dari suatu otot dapat digunakan pada berbagai gerak yang kadang-kadang saling antagonistis. Dengan demikian, bagian tertentu dari m. deltoideus pada satu posisi dapat berfungsi sebagai abduktor sendi bahu, dan sebagai adduktor pada posisi yang lain. Jelas, serabut pada satu radix dorsalis bersinapsis dengan interneuron, dan melalui ini dapat mempengaruhi beberapa segmen med spin.baca selengkapnya… klik disini

Iklan

Simtom setelah lesi neuron motor perifer (bag.9)

 Berdasarkan uraian di atas maka apabila semua sel di cornu anterius yang menginerrvasi otot atau bagian otot rusak, maka otot atau bagian otot tersebut akan tidak mampu berkontraksi. Contoh keadaan ini adalah poliomielitis yang menyerang motoneuron baik med spin maupun truncus cerebri.

 Pa da paralisis akibat destruksi semua atau hampir semua motoneuron yang menginervasi otot, tidak hanya gerak volunter saja yang hilang, tetapi juga kontraksi refleksnya. Lebih jauh lagi, karena terputusnya lengkung refleks miotatik maka otot menjadi flaksid. Konsistensinya turun dan tidak ada resistensi pada gerak pasif. Ciri lain adalah munculnya atrofi otot, yang semakin jelas pada paralisis komplet dan waktu yang lama.baca selengkapnya… klik disini