NDT bag.2

Prinsip-prinsip NDT:
1.    Kemampuan mekanik setelah mengalami lesi atau dengan menggunakan penanganan yang tepat memungkinkan untuk diperbaiki
2.    Lesi pada susunan saraf pusat menyebabkan gangguan fungsi secara keseluruhan namun dalam NDT yang ditangani adalah motorik.
3.    Spastisitas dalam NDT dipandang sebagai gangguan dari sikap yang
normal dan kontrol gerakan.
4.    Pembelajaran pada gerakan yang normal merupakan dasar gerakan dapat
dilakukan jika Tonus normal.
5.    Mekanisme Postural Reflex yang normal merupakan dasar gerakan yang normal.
6.    Otot tidak tahu fungsi masing-masing otot tapi pola geraknya.
7.    Gerakan dicetuskan di sensoris dilaksanakan oleh motorik dan dikontrol
oleh sensoris.

Tujuan konsep NDT :
1.    Memperbaiki dan mencegah postur dan pola gerakan abnormal.
2.    Mengajarkan postur dan pola gerak yang normal.

Prinsip terapi dan penanganan :
1.    Simetris dalam sikap dan gerakan
2.    Seaktif mungkin mengikuti sertakan sisi yang sakit pada segala kegiatan.
3.    Pemakaian gerakan-gerakan ADL dalam terapi.
4.    Konsekuensi selama penanganan (ada tahap-tahap dalam terapi).
5.    Pembelajaran bukan diarahkan pada gerakannya, tetapi pada perasaan gerakan.
6.    Terapi dilakukan secara individu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: