Gangguan Muskuloskeletal pada Usia Lanjut (bag.8)

Pertimbangan Pemberian Obat pada Manusia Usia Lanjut

Proses ketuaan akan menyebabkan serangkaian perubahan dalam tubuh yang akan mempengaruhi farmakokinetik dan farmakodinamik obat yang diberikan. Pada usia lanjut, absorbsi obat dalam saluran pencernaan mengalami penurunan, tetapi efek ini bersifat minor sehingga tidak diperlukan penambahan dosis obat.

Dalam tubuh manusia usia lanjut, terjadi perubahan komposisi cairan dan jaringan tubuh. Jaringan lemak umumnya bertambah seiring dengan proses ketuaan sehingga obat yang bersifat lipofilik akan tersimpan di jaringan lemak. Akibatnya, akan dibutuhkan waktu lebih lama untuk menampakkan efek klinisnya, juga akan memperlambat eliminasi obat dari tubuh seandainya obat tersebut telah dihentikan. Kandungan air dalam tubuh manusia usia lanjut lebih rendah. Hal ini menyebabkan kadar obat yang bersifat hidrofilik dalam serum akan lebih tinggi. Kadar albumin yang relatif rendah di dalam tubuh manusia usia lanjut juga akan menyebabkan kadar obat yang tidak terikat dengan albumin lebih tinggi. Proses eliminasi obat dari tubuh juga mengalami perubahan karena kapasitasnya berkurang, baik melalui jalur hepatik maupun renal. Secara umum, dapat dikatakan bahwa efek samping dan toksik lebih mudah timbul pada kelompok usia lanjut. Karena manusia usia lanjut juga cenderung menggunakan banyak jenis obat, maka bahaya interaksi obat juga akan bertambah.

Golongan NSAID merupakan kelompok analgesik yang sering digunakan. Pada penderita usia lanjut, efek samping yang tersering adalah timbulnya ulkus lambung, perdarahan saluran pencernaan, dan gagal ginjal akut. Golongan salisilat cenderung menyebabkan asidosis metabolik. Dari semua golongan NSAID, sulindac ternyata kurang toksik terhadap ginjal.

Acetaminophen adalah obat yang sangat aman, tetapi harus diingat bahwa half life obat ini akan meningkat pada usia lanjut. Pada penderita dengan gangguan fungsi hati, akan menyebabkan gagal hati akut bila pemakaian dalam dosis tinggi. Analgesik narkotik umumnya tidak menunjukkan problema khusus pada usia lanjut, kecuali efek sampingnya seperti penekanan fungsi susunan saraf pusat, depresi pusat pernapasan, dan konstipasi. Pada kasus nyeri ringan, diusahakan tidak menggunakan analgesik golongan ini.

Kortikosteroid merupakan obat anti inflamasi yang sangat poten dan juga sangat kuat menekan fungsi kelenjar adrenal. Pemakaian kortikosteroid yang lama akan memperburuk kondisi diabetes mellitus dan osteoporosis, dua keadaan yang sangat sering dijumpai dalam kasus geriatrik.

Daftar Pustaka

  1. Kalu DN, Masaro EJ. The biology of aging, with particular reference to the musculoskeletal system. Clin Geriatr Med 1988; 4:257-267.
  2. Larsson L, Sjodin B, Karlson J. Histochemical and biochemical changes in human skeletal muscle with age in sedentary males, age 22-65 years. Acta Physiol Scand 1978; 103:31-39.
  3. Klitgaard H, Mantoni M, Schiaffino S, et al. Function, morphology and protein L expression of ageing skeletal muscle: A cross sectional study of elderly men with different training background. Acta Physiol Scand 1990; 140:41-54.
  4. Fleg JL, Lakatta EG. Role of muscle loss in the age-associated reduction in V02max. J Appl Physiol 1988; 65:1147-1151.
  5. Tzankoff SP, Norris AH, Effect ofmusclemass decrease on age-related BMR changes. J Appi Physiol 1977; 43:1001-1006.
  6. Pollock ML, Foster C, Knapp D, et al. Effect of age and training on aerobic capacity and body composition of master atheles. J Appl Physiol 1987; 62:725-731.
  7. Frontera WR, Meredith CN, 0’ReiUy KP, et al. Strength conditioning in older men: Skeletal muscle hypertrophy and improved function. J Appl Physiol 1988; 64:1038-1044.
  8. Larsson L. Physical training effects of muscle morphology in sedentary males at different ages. Med Sci Sports Exerc 1982; 14:203-206.
  9. McKeag DB. The relationship ofosteoarthritis and exercise. Clin Sports Med 1992:11:471-488.
  10. Turner JA, Ersek M, Herron L, et al. Surgery for lumbar spinal stenosis- attempted meta-analysis of the literature. Spine 1992; 17:1-8.
  11. Saal JA, Saal JS. Nonoperative treatment ofherniated lumbar intervertebral disc with radiculopathy: Anoutcome study. Spine 1989; 14:431-437.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: