Autis dan Asperger ?

Sumber: http://www.puterakembara.org 

Oleh: Leny Marijani

Akhir-akhir ini semakin banyak yang berpendapat bahwa Asperger tidak sama dengan Autis, padahal dalam standar diagnosa DSM IV, Asperger adalah merupakan salah satu spektrum Autis.

Selain ada perbedaan di antara keduanya, sebenarnya ada beberapa ciri dari asperger dan autis klasik yang sama, masing-masing punya ciri-ciri dalam hal ketidakmampuan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi. Mereka juga sama-sama menunjukkan beberapa perilaku unik/rutinitas, walaupun dalam degree yang berbeda (varying degree), bisa dari mild, moderate, to severe.

Tidak seperti anak autis yang bisa didiagnosa di bawah umur 2 – 3 tahun, anak asperger baru bisa terdekteksi, biasanya pada saat berumur di antara 6-11 tahun.baca selengkapnya…

Tidak seperti kebanyakan anak autis, anak asperger memang tidak menunjukkan keterlambatan bicara, punya kosa kata yang sangat baik, walaupun agak sulit untuk mengerti bahasa “humor dan ironi”. Mereka pun kebanyakan mempunyai intelligence yang cukup baik bahkan di atas rata-rata.
Oleh karena itu biasanya secara akademik, biasanya mereka tidak bermasalah, dan mampu mengikuti pelajaran di sekolah umum dengan baik.

Sedangkan penyandang autis klasik, sebagian besar terdiagnosa mempunyai IQ dibawah normal bahkan masuk kategori moderate mental retardasi.

Tantangan terbesar bagi penyandang asperger adalah dalam hal bersosialisasi dan berinter-aksi.
Pada umumnya, anak asperger suka untuk berteman, walaupun dengan gaya bahasa dan mimik yang formal dan terlihat “aneh”. Mereka sulit memulai percakapan dan sulit mengerti makna dari interaksi sosial.

Kesulitan anak asperger dalam bersosialisasi dapat/akan membuat mereka menjadi sangat stress di sekolah. Banyak kendala akan ditemukan pada saat anak asperger memasuki masa remaja /akil-balik (SMP/SMU).

Untuk menghadapi masalah itu, orang tua disarankan untuk segera mencari ahli yang profesional (care dan knowledgable) dan melakukan intervensi yang diperlukan se-segera mungkin dengan berterus terang kepada guru (pendidik) dan kepala sekolah dengan melihatkan atau membawa referensi dari ahli tsb.

Tanpa pemberitahuan dari orang tua, pihak sekolah dan teman-teman anak asperger sulit untuk mengetahui bahwa mereka “berbeda” karena anak asperger tidak mudah dikenali seperti halnya anak autis klasik. Hal inilah biasanya yang dapat menjadi pemicu berbagai masalah serius pada anak asperger.

Walaupun sebagian orang menganggap bahwa asperger adalah mild autis (autis ringan), treatment dan intervensi tetap harus dilakukan. Sebagian besar program2 terapi untuk anak asperger biasanya bersifat direct teaching / langsung di dibuat untuk memperbaiki skill yang mereka belum kuasai misalnya di-bidang sosialisasi, mengerjakan/menyelesaikan pekerjaan sekolah dan cara membagi waktu (time management). Anak asperger juga akan sangat terbantu jika banyak dilibatkan dalam kegiatan sosial seperti belajar dalam kelompok kecil (support group), sport club, dimana mereka dapat berlatih, share experience mereka dan saling belajar dari teman mereka. Ada juga satu terapi yang cukup baik untuk anak asperger yaitu terapi RDI (Relationship Development Intervention) didevelop oleh Dr. Steven Gutstein.

Demikian sedikit info, semoga bermanfaat.

Referensi:

1. Dr. Alan Harchik, Asperger’s Syndrome Differs From Autism, From The Republican, Springfield, MA
2. http://puterakembara.org/asindo.shtml – Asperger Syndrome menurut Skala Australia
3. http://puterakembara.org/apaas.shtml – Apakah Asperger Syndrome itu ?

 

 

 

8 Tanggapan

  1. Salam Kenal Pak/Bu,
    KABAR GEMBIRA……………

    Saya dulu punya anak TOURETTE SYNDROME sangat BERAT.
    Sekarang sembuh TOTAL setelah PIJAT SYARAF KHUSUS (pengembangan lanjut dari “PIJAT GETAR SYARAF & MUKJIZAT GERAKAN SHALAT”, karya Madyo Wratsongko, nara sumebr AM ISRAN MBA. Ph.D)

    Pijiat ini juga BISA untuk AUTIS. Ada yang sembuih……

    Silahkan kunjungi weblog saya untuk detailnya…..
    http://www.hipnoparenting.blogspot.com

    Saya akan bantu anda…
    Adhi
    ===========
    JAWAB:
    Salam kenal juga buat pak adhi, terima kasih atas informasinya, sangat bermanfaat..terima kasih.

  2. Salam kenal Mba Leny
    saya punya sedikit informasi, mudah mudahan bermanfaat

    Transfer Factor Untuk Anak autis
    Fakta:
    Anak-anak memiliki system imun yang masih lemah dan mudah terserang infeksi yang di dapat dari kehidupan sehari-hari dan juga dari sekolah.
    Fakta:
    Anak-anak bayak sekali mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar gula yang tinggi,dan memiliki asupan yang rendah terhadap nutrisi yang penting untuk meningkatkan system kekebalan tubuh.
    Fakta:
    Anak-anak mendapatkan infeksi dari lingkungan rumah dan sekolah.
    Fakta:
    Infeksi telinga yang meningkat membuat penggunaan antibiotic dosis tinggi meningkat pada anak-anak.
    Fakta:
    Penggunaan antibiotic yang berlebihan pada anak-anak menyebabkan system imun tidak bekerja optimal,dan membuat tingkat resistensi bakteri terhadap antibiotic meningkat.
    Transfer Factor adalah alami, aman , tidak menimbulkan efek samping, dan mudah dikonsumsi oleh anak-anak.
    Anak-anak mendapatkan manfaat yang luar biasa dari transfer factor di dalam kehidupan mereka.
    Dr.David Markowitz, seorang dokter spesialis anak melakukan penelitian selama 12 bulan terhadap transfer factor menemukan dari 88 anak yang mengkonsumsi transfer factor 2 cap per hari selama 8 bulan, didapatkan 74% penurunan jumlah penderita penyakit,dan 84% penurunan dalam penggunaan antibiotic pada anak-anak yang sakit.yang terpenting bahwa tidak ditemukan adanya efek samping pada anak-anak, Dr. David mengindikasikan terjadi penghematan lebih US$25.000 oleh group yang mengkonsumsi transfer factor dalam hal perawatan rumah-sakit, kunjungan dokter dan biaya pengobatan.
    Mengapa Anak-Anak Menbutuhkan Transfer Factor
    • Transfer Factor menghemat jutaan rupiah dalam biaya pengobatanTransfer Factor membantu mencegah infeksi berulang seperti flu,amandel dan infeksi telinga.
    • Transfer Factor mencegah penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak perlu dengan cara meningkatkan kekebalan dan sistem pertahanan tubuh anak-anak.
    • Transfer Factor terbukti aman diberikan untuk anak-anak mulai berumur 1 hari.
    • Transfer Factor dapat meningkatkan IQ pada anak-anak .
    • Transfer Factor sudah dibuktikan secara sains selama lebih 50 tahun,dan menghasilkan lebih dari 3500 laporan uji klinis oleh para ilmuwan lebih dari 60 negara.
    • Transfer Factor sangat dibutuhkan oleh anak-anak mengingat begitu tingginya tingkat stress yang didapatkan anak disekolah,sehingga dapat melemahkan system kekebalan tubuh,yang berakibat mudahnya anak2 terkena penyakit.

    KESAKSIAN PEMAKAIAN PRODUK
    TRANSFER FACTOR
    DR. Freddy Hutapea, Jakarta – Sembuh dari Alergi Debu
    Saya memiliki penyakit alergi berat pada debu sehingga setiap tangan saya menyentuh debu, tubuh saya langsung gatal dan bengkak. Setelah mengkonsumsi TF Advance sebanyak 1 botol, alergi debu saya hilang, begitu juga kadar asam urat saya kembali normal.
    En Khalid, Malaysia – Tenaga saya pulih
    Saya menderita penyakit ginjal (kerosakan buah pinggang) & menjalani dialisis 3 kali seminggu. Sebelum memakan TF, saya selalu penat & lesu dan berbaring sahaja. Sekarang, tenaga saya sudah pulih dan saya dapat bekerja untuk mencari nafkah keluarga. Sel darah merah saya juga sudah bertambah, menurut doktor. Alhamdulillah.
    Adelina Hutagalung Jakarta – Sembuh dari Asma
    Saya menderita Asma yang sangat berat selama 56 tahun yang menyebabkan saya harus mengkonsumsi obat asma setiap 2 jam setiap hari, setelah mengkonsumsi TF selama 3 hari, konsumsi obat asma saya berkurang hingga 50%, namun setelah mengkonsumsi 3 botol TF, sekarang saya hanya mengkonsumsi 1 kapsul asma sehari dan 1 kapsul Advance sehari. Saya berterima kasih kepada dr. Eduard yang telah memperkenalkan TF kepada saya.
    En Salim Talib, Singapura – Sembuh dari sakit Jantung
    Saya menderita sakit jantung sejak tahun 2000. Banyak wang yang telah di belanjakan untuk kos perubatan di hospital di Singapura. Syukurlah, saya telah dikenalkan kepada TF! Selepas mengambil TF dua minggu sahaja, saya mula merasakan kehebatannya. Saya sihat & bertenaga, tidak lesu seperti dulu. Medikal report saya kini menyatakan saya tidak lagi menghidap penyakit jantung! Syukur alhamdulillah dan terima kasih Winners4Life kerana mengenalkan TF kepada saya.
    Lutfi Zakaria, Jakarta – Sembuh dari Autisme
    Di vonis Autisme sejak umur 2 th. Bermacam pengobatan telah di coba orangtuanya dgn biaya ratusan juta rupiah. Hingga umur 5 th, Lutfi belum dapat bicara dan hanya bermain sendirian. Pd Maret 2006, org tuanya memberi TF Advance dan Chewable tiap hari 2x. Setelah 2 bulan mengkonsumsi TF, Lutfi menunjukkan kemajuan sgt baik, penuturan kata sudah mulai teratur, menjuarai sains di sekolahnya, sudah tidak perlu guru pembimbing dan semakin normal keadaannya. Thanks to TF.

    Bahkan transfer factor sudah terdaftar di DPR ( buku rujukan para dokter di amerika )

    untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi saya ( adi 021 91954208 )

    JAWAB:
    Terima kasih atas informasinya.

  3. assalamualaikum,
    saya mau tanya apa benar anak yang mengalami autisme bisa sembuh hanya dengan akupuntur, tanpa terapi yang lain. karena adik sepupu saya yang didiagnosa autis sudah tidak mengikuti terapi dan diet yang disarankan oleh dokternya…dan skarang hanya menjalani terapi akupuntur saja.
    oleh orang tuanya adik saya di bebaskan ngemil apa saja, sedangkan yang saya tahu anak yang mengalam autis harus diet gandum/terigu, untuk adik saya dulu tidak boleh mengkonsumsi gula dari tebu (yg boleh gula khusus yg terbuat dari buah)

    terima kasih atas tanggapannya
    JAWAB:
    Wa’alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokaatuh,Terima kasih telah berkunjung buat mbak achee, saya sarankan ikuti petunjuk dan saran dari dokter anda, dan jangan terfokus pada satu terapi saja, bagi orang tua dan orang-orang terdekatnya perbanyaklah belajar tentang apa itu autis agar bisa mendidik dan melakukan proses pembelajaran sendiri dirumah, Semoga Alloh Ta’ala memberi kemudahan kepada anda

  4. assalamualaikum.

    saya mau tanya ,sampai umur berapa anak dikatakan autisme

    JAWAB:
    Wa’alaikumussalam,wr.wb…autis bisa diketahui antara umur 2 sampai 3 tahun,biasanya dengan ditandai anak terlambat berbicara,menghindari kontak mata, lebih senang menyendiri, terpaku pada benda tertentu, tidak mau menerima perubahan, terlalu aktif atau tidak aktif sama sekali, terima kasih.

  5. assalamu’alaikum,wr,wb

    Saya seorang ibu dengan 2 puteri, puteri pertama saya mengalami keterlambatan bicara pada usia 2 th, komunikasi hanya 1 arah, ketika kita berbicara dia mengerti maknanya sementara jika puteri saya menyampaikan sesuatu hanya terdengar bunyi aneh,senang benda berputar,berjalan cenderung menjinjit.Saat itu saya membawa puteri saya ke dokter Melly budiono,beliau mengatakan anak saya bukan autis karena tetap ada kontak mata dan menunjuk sesuatu dengan telunjuknya,sebelumnya saya juga sempat membawa ke dokter hardiono seorang neurolog syaraf anak dan mengatakan ada kemungkinan anak saya speech delay sehingga saya disarankan ke speech therapy, anak saya sekarang berusia 12 th, ketika dia berusia 9 th saya sering dipanggil gurunya karena ada masalah ditulisan yang mana sering ketinggalan huruf dan ada beberapa huruf yang terbalik, ketika saya mulai tersadar ada pembunuhan karakter pada anak saya karena mulai kehilangan rasa percaya diri dan penghargaan diri yang rendah,saya pindahkan dia kesekolah yang jumlah muridnya sedikit (individual) dengan guru yang dapat mengerti tentang jiwa anak, sementara itu saya tetap mencari tau masalah yang terjadi pada anak saya. Saya menemui beberapa psikolog untuk perbandingan, kemudian saya disarankan untuk brainmapping oleh neurolog sebagai rujukan dari psikolognya hasilnya adalah anak saya terdiagnosa ADD dan dyslexia ringan, ketika dia berusia 11 tahun dia mengalami stress karena pergaulan sesama teman, kadang dia bercerita mendengar bisikan2 aneh, saya curiga ada apa dengan anak saya, saya mencoba untuk konsultasi ke psikiater hasilnya anak saya didiagnosa bipolar dan disarankan minum obat untuk kesimbangan neurotransmiter otak, terus terang yang saya tau untuk menentukan neurotransmiter apa yang kurang pada otak anak saya tentu hrs ada pemeriksaan terlebih dahulu dan dari referensi yang saya cari pemeriksaan itu baru ada di Amerika sehingga saya tidak berani untuk meminumkan obat pada anak saya yang mana saya tidak yakin dengan diagnosa tersebut, terakhir saya menemui seorang psikolog , beliau mendiagnosa anak saya mengalami asperger, dari semua perjalanan panjang ini dimana keseharian saya bersama anak dan diagnosa2 para ahli sya meng analisa anak saya mengalami ADD dan asperger.
    Akhir2 ini anak saya sering mengeluh ingin sekali bisa luwes bergaul seperti teman2nya, kadang dia bingung ketika temannya curhat apa yang harus dilakukan, dia menyadari dengan kekurangan dalam ketrampilan sosialnya, apakah menurut ibu analisa saya betul adanya, dan kalau memang demikian apa yang harus saya lakukan, apakah ada therapi untuk ketrampilan sosial.

    sekian terimakasih
    wass

  6. Saya praktisi pendidikan Anak Balita, silahkan konsultasi gratis apapun tentang Anak balita di terapi.karakter@gmail.com, semoga dapat tambahan terapi yang ada. tks.

    JAWAB:
    Terima kasih bu rina atas informasinya,salam kenal.

  7. Assalamualaikum.

    keponakan saya 3 tahun yang lalu terserang autis, mohon izinnya untuk mengcopi segala sesuatu tentang autis. smoga bermanfaat buat orangtuanya.
    wassalam

    JAWAB:
    Wa’alaikumussalam
    Silahkan kalo mau meng-copy semoga bermanfaat.
    Wassalam

  8. Saya sangat senang dengan artikel2 ttg autis. Sebagai seorang fisioterapis saya ingin banyak tahu tentang peran fisioterapi pada anak autis.
    JAWAB:
    Terima kasih semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: