Gangguan Muskuloskeletal pada Usia Lanjut (bag.5)

Nyeri Bahu

Penyebab yang tersering dijumpai adalah chronic rotator cuff tears. Terapinya serupa dengan yang dilakukan pada kaum berusia muda, hanya pada kasus yang lebih kronis tindakan konservatif lebih berfaedah dibanding dengan operatif. Jika telah dilakukan tindakan operatif maka harus dicegah imobilisasi yang terlalu lama karena akan menimbulkan capsulitis adhesiva. Baca selebihnya »

Gangguan Muskuloskeletal pada Usia Lanjut (bag.6)

Nyeri Tungkai dan Lutut

Nyeri lutut pada usia lanjut sebagian besar disebabkan oleh PSD. Terapi umumnya berupa pemberian NSAID, penggunaan tongkat, injeksi kortikosteroid intraartikular, dan olah raga yang ringan. Pada kasus yang berat, tindakan penggantian sendi sering lebih efektif untuk mengurangi nyeri dan menambah fungsi sendi lutut. Baca selebihnya »

Gangguan Muskuloskeletal pada Usia Lanjut (bag.7)

Nyeri pada Kaki

Kaki merupakan struktur anatomi yang kompleks yang berfungsi untuk berjalan dan sebagai platform saat berdiri. Perubahan anatomi yang normal juga dijumpai pada kaki saat tua. Pada manusia usia lanjut, dapat dijumpai atropi bantalan lemak pada telapak kaki. Bantalan ini berfungsi sebagai shock absorber sehingga terjadinya atropi akan menyebabkan penambahan tekanan pada struktur kaki. Baca selebihnya »

Gangguan Muskuloskeletal pada Usia Lanjut (bag.8)

Pertimbangan Pemberian Obat pada Manusia Usia Lanjut

Proses ketuaan akan menyebabkan serangkaian perubahan dalam tubuh yang akan mempengaruhi farmakokinetik dan farmakodinamik obat yang diberikan. Pada usia lanjut, absorbsi obat dalam saluran pencernaan mengalami penurunan, tetapi efek ini bersifat minor sehingga tidak diperlukan penambahan dosis obat. Baca selebihnya »

Tension Type Headache

Pada penderita Tension type headache didapati gejala yang menonjol yaitu nyeri tekan yang bertambah pada palpasi jaringan miofascial perikranial. Impuls nosiseptif dari otot perikranial yang menjalar kekepala mengakibatkan timbulnya nyeri kepala dan nyeri yang bertambah pada daerah otot maupun tendon tempat insersinya.

TTH adalah kondisi stress mental, non-physiological motor stress, dan miofasial lokal yang melepaskan zat iritatif ataupun kombinasi dari ke tiganya yang menstimuli perifer kemudian berlanjut mengaktivasi struktur persepsi supraspinal pain, kemudian berlanjut lagi ke sentral modulasi yang masing2 individu mempunyai sifat self limiting yang berbeda bedaa dalam hal intensitas nyeri kepalanya. Baca selebihnya »

Fisioterapi

Fisioterapi merupakan ilmu yang menitik beratkan untuk menstabilkan atau memperbaiki gangguan fungsi alat gerak/fungsi tubuh yang terganggu yang kemudian diikuti dengan proses/metode terapi gerak.

Menurut Departemen Kesehatan Indonesia Fisioterapi adalah suatu pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk individu dan atau kelompok dalam upaya mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak dan fungsi sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan modalitas fisik, agen fisik, mekanis, gerak dan komunikasi. (Wikipedia)

Pijat Bayi

infant-massage

Manfaat Pijat pada Bayi

Terapi sentuh, terutama pijat menghasilkan perubahan fisiologis yang menguntungkan dan dapat diukur secara ilmiah, antara lain melalui pengukuran kadar cortisol ludah, kadar cortisol plasma secara radioimmunoassay, kadar hormone stress (catecholamine) air seni, dan pemeriksaan EEG (electro encephalogram, gambaran gelombang otak).

 Efek Biokimia dan Fisik yang Positif

Efek biokimia yang positif dari pijat, antara lain:

-         Menurunkan kadar hormone stress (catecholamine), dan

-         Meningkatkan kadar serotonin.

Selain efek biokimia, pijatan memberikan efek fisis/klinis sebagai berikut:

-         Meningkatkan jumlah dan sitotoksisitas dari system imunitas (sel pembunuh alami)

-         Mengubah gelombang otak secara positif

-         Memperbaiki sirkulasi darah dan pernafasan

-         Merangsang fungsi pencernaan serta pembuangan

-         Meningkatkan kenaikan berat badan dan Meningkatkan pertumbuhan Baca selebihnya »

Bell’s Palsy

Dr Sukardi, Dr P Nara

Subdivisi Nerologi, Laboratorium Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

Rumah Sakit Umum Ujung Pandang, Ujung Pandang

SUMMARY

Bell’s Palsy is an acute peripheral facial nerve paralysis of unknown origin with a local lesion within the facial nerve canal. It is more frequently found in adults than in children.

Diagnosis is made based on clinical manifestations with the exclusion of all other causes of peripheral facial nerve disorders.

PENDAHULUAN

Bell’s Palsy (BP) ialah suatu kelumpuhan akut n. fasialis perifer yang tidak diketahui sebabnya. Sir Charles Bell (1821) adalah orang yang pertama meneliti beberapa penderita dengan wajah asimetrik, sejak itu semua kelumpuhan n. fasialis perifer yang tidak diketahui sebabnya disebut Bell’s palsy.Pengamatan klinik, pemeriksaan neurologik, laboratorium dan patologi anatomi menunjukkan bahwa BP bukan penyakit tersendiri tetapi berhubungan erat dengan banyak faktor dan sering merupakan gejala penyakit lain. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada usia dewasa, jarang pada anak di bawah umur 2 tahun.Biasanya didahului oleh infeksi saluran napas bagian atas yang erat hubungannya dengan cuaca dingin.

Diagnosis BP dapat ditegakkan dengan adanya kelumpuhan n.fasialis perifer diikuti pemeriksaan untuk menyingkirkan penyebab lain kelumpuhan n. fasialis perifer.baca selengkapnya… klik disini

Neuron Motor Perifer (bag.1)

A. Brodal: Neurological Anatomy. In relation to clinical Medicine. 3ed

 New York. Oxford University Press 1981

. dr.Djoko Prakosa

Department of Anatomy, Embryology & Anthropology

 Faculty of Medicine Gadjah Mada University  

Sel motor di cornu anterius medulla spinalis 

Neuron motor perifer atau motoneuron mempunyai badan sel di cornu anterius medulla spinalis dan beberapa nuclei nn. craniales di truncus cerebri. Dengan ditemukannya inervasi eferen ke fusus neuromuscularis (muscle spindle), motoneuron dibagi menjadi . dan .. Alpha motoneuron bersifat multipolar. Dendritnya bercabang-cabang di substansia grisea cornu anterius. Axonnya meninggalkan med. spin. melalui radix anterior. Setelah ikut membentuk saraf perifer, axon berakhir di otot.baca selengkapnya… klik disini

Susunan motoneuron (bag.2)

Motoneuron di lamina IX Rexed dan di nuclei nn. craniales tersusun dalam pola yang khas. Mereka tersusun dalam berbagai kelompok berbentuk pilar. Pilar-pilar tadi terdapat di segmen-segmen tertentu.Pada pokoknya, kelompok medial menginervasi otot truncus dan leher. Kelompok ini terdapat di seluruh panjang med. spin. Sebaliknya, kelompok lateral terutama terdapat di intumescentia cervicalis dan lumbalis, dan mereka menginervasi otot anggota badan. Di kelompok lateral, neuron yang menginervasi otot distal terletak di dorsal neuron yang menginervasi otot proksimal. Dengan demikian motoneuron tersusun secara somatotopis.