Bell’s Palsy

Dr Sukardi, Dr P Nara
Subdivisi Nerologi, Laboratorium Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin
Rumah Sakit Umum Ujung Pandang, Ujung Pandang
SUMMARY
Bell’s Palsy is an acute peripheral facial nerve paralysis of unknown origin with a local lesion within the facial nerve canal. It is more frequently found in adults than in children.
Diagnosis is [...]

Neuron Motor Perifer (bag.1)

A. Brodal: Neurological Anatomy. In relation to clinical Medicine. 3ed
 New York. Oxford University Press 1981
. dr.Djoko Prakosa
Department of Anatomy, Embryology & Anthropology
 Faculty of Medicine Gadjah Mada University  
Sel motor di cornu anterius medulla spinalis.  
Neuron motor perifer atau motoneuron mempunyai badan sel di cornu anterius medulla spinalis dan beberapa nuclei nn. craniales di truncus cerebri. Dengan ditemukannya [...]

Susunan motoneuron (bag.2)

Motoneuron di lamina IX Rexed dan di nuclei nn. craniales tersusun dalam pola yang khas. Mereka tersusun dalam berbagai kelompok berbentuk pilar. Pilar-pilar tadi terdapat di segmen-segmen tertentu.Pada pokoknya, kelompok medial menginervasi otot truncus dan leher. Kelompok ini terdapat di seluruh panjang med. spin. Sebaliknya, kelompok lateral terutama terdapat di intumescentia cervicalis dan lumbalis, dan [...]

Unit Motor (bag.3)

Unit motor adalah motoneuron bersama dengan axon dan seluruh serabut otot yang diinervasinya. Pada saat sebuah motoneuron beraksi, seluruh serabut otot yang diinervasinya berkontraksi. Karena satu motoneuron mungkin menginervasi dari sangat sedikit sampai seribu atau lebih serabut otot, maka ukuran unit motor sangat bervariasi,. Unit motor yang kecil terdapat pada otot-otot yang kecil, misalnya otot [...]

Fungsi unit motor Elektromiografi (bag.4)

Unit motor merupakan unit fungsional terkecil dari alat lokomotor. Berbagai variasi gerak dalam rentang, daya, dan jenis – pada akhirnya ditentukan oleh perbedaan interaksi dan kolaborasi dari unit motor. Informasi tentang fungsi unit elementer ini terutama diperoleh dari EMG. Apabila perubahan potensial yang terjadi pada otot yang berkontraksi secara maksimal direkam, maka akan tampak banyak [...]

Reseptor otot (bag.5)

Otot skelet dilengkapi dengan beberapa jenis reseptor, yang dapat dikelompokkan sbb: fusus neuromuskularis (muscle spindle), organ tendon (Golgi), korpuskulum Vater-Pacini, berbagai jenis akhiran di kapsul sendi, dan akhiran saraf bebas.   Dari berbagai reseptor di atas muscle spindle secara morfologis dan fungsional paling banyak diketahui dan organisasinya paling kompleks. Muscle spindle terdapat di semua otot alat [...]

Stretch reflex dan pengendalian otot (bag.6)

Bahkan bila dipisahkan dari bagian otak lainnya, med spin mampu memediasi sejumlah refleks, somatik dan autonomik. Dasar morfologis refleks saraf umumnya disebut arkus refleks, yang dalam bentuknya yang paling sederhana tersusun atas (1) reseptor, yang bereaksi terhadap stimulus; (2) penghantar eferen, yang membawa impuls ke “pusat refleks” (Penghantar aferen adalah serabut sensorik aferen, yang kebanyakan [...]

Tonus otot (bag.7)

Apabila otot normal yang istirahat dipalpasi, dapat dirasa bahwa otot tersebut sama sekali tidak flaksid tetapi mempunyai regangan tertentu. Ini juga impresi yang diperoleh saat otot tersebut secara pasif digerakkan. Keadaan ini disebut tonus otot atau tonus istirahat. Pada berbagai keadaan patologis tonus yang normal ini berubah. Kadang-kadang meningkat (hipertonus), dan pada keadaan lain berkurang [...]

Beberapa gambaran organisasi motoneuron (bag.8)

 Kinerja gerakan sangat kompleks. Gerak ini memerlukan kerjasama yang harmonis dari sejumlah unit motor, yang terdistribusi di berbagai tempat di med spin dan menginervasi berbagai otot. Aktivitas ini dikoordinasi dalam waktu dan intensitas; waktu fasilitasi dan inhibisi unit harus secara tepat dilakukan. Kekomplekan itu dapat digambarkan dengan baik dengan kenyataan bahwa bagian-bagian dari suatu otot [...]

Simtom setelah lesi neuron motor perifer (bag.9)

 Berdasarkan uraian di atas maka apabila semua sel di cornu anterius yang menginerrvasi otot atau bagian otot rusak, maka otot atau bagian otot tersebut akan tidak mampu berkontraksi. Contoh keadaan ini adalah poliomielitis yang menyerang motoneuron baik med spin maupun truncus cerebri.
 Pa da paralisis akibat destruksi semua atau hampir semua motoneuron yang menginervasi otot, tidak hanya [...]