Penyebab autis (bag.2)

Deteksi dini dan Skrening autis

Oleh: Dr Widodo Judarwanto SpA

Sumber: http://www.puterakembara.org


Penyebab autis belum diketahui secara pasti. Beberapa ahli menyebutkan autis disebabkan karena multifaktorial. Beberapa peneliti mengungkapkan terdapat gangguan biokimia, ahli lain berpendapat bahwa autisme disebabkan oleh gangguan psikiatri/jiwa. Ahli lainnya berpendapat bahwa autisme disebabkan oleh karena kombinasi makanan yang salah atau lingkungan yang terkontaminasi zat-zat beracun yang mengakibatkan kerusakan pada usus besar yang mengakibatkan masalah dalam tingkah laku dan fisik termasuk autis.baca selengkapnya…

Beberapa teori yang didasari beberapa penelitian ilmiah telah dikemukakan untuk mencari penyebab dan proses terjadinya autis. Beberapa teori penyebab autis adalah : teori kelebihan Opioid, teori Gulten-Casein (celiac), Genetik (heriditer), teori kolokistokinin, teori oksitosin Dan Vasopressin, teori metilation, teori Imunitas, teori Autoimun dan Alergi makanan, teori Zat darah penyerang kuman ke Myelin Protein Basis dasar, teori Infeksi karena virus Vaksinasi, teori Sekretin, teori kelainan saluran cerna (Hipermeabilitas Intestinal/Leaky Gut), teori paparan Aspartame, teori kekurangan Vitamin, mineral nutrisi tertentu dan teori orphanin Protein: Orphanin.

Walaupun paparan logam berat (air raksa) terjadi pada setiap anak, namun hanya sebagian kecil saja yang mengalami gejala autism. Hal ini mungkin berkaitan dengan teori genetik, salah satunya berkaitan dengan teori Metalotionin. Beberapa penelitian anak autism tampaknya didapatkan ditemukan adanya gangguan netabolisme metalotionin. Metalotionon adalah merupakan sistem yang utama yang dimiliki oleh tubuh dalam mendetoksifikasi air raksa, timbal dan logam berat lainnya. Setiap logam berat memiliki afinitas yang berbeda terhada metalotionin. Berdasarkan afinitas tersebut air raksa memiliki afinitas yang paling kuar dengan terhadam metalotianin dibandingkan logam berat lainnya seperti tenbaga, perak atau zinc.

Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilaporkan para ahli menunjukkan bahwa gangguan metalotianin disebabkan oleh beberapa hal di antaranya adalah : defisiensi Zinc, jumlah logam berat yang berlebihan, defisiensi sistein, malfungsi regulasi element Logam dan kelainan genetik, antara lain pada gen pembentuk netalotianin

Perdebatan yang terjadi akhir akhir ini berkisar pada kemungkinan penyebab autis yang disebabkan oleh vaksinasi anak. Peneliti dari Inggris Andrew Wakefield, Bernard Rimland dari Amerika mengadakan penelitian mengenai hubungan antara vaksinasi terutama MMR (measles, mumps rubella ) dan autisme. Banyak penelitian lainnya yang dilakukan dengan populasi yang lebih besar dan luas memastikan bahwa imunisasi MMR tidak menyebabkan Autis. Beberapa orang tua anak penyandang autisme tidak puas dengan bantahan tersebut. Bahkan Jeane Smith seorang warga negara Amerika bersaksi didepan kongres Amerika : kelainan autis dinegeri ini sudah menjadi epidemi, dia dan banyak orang tua anak penderta autisme percaya bahwa anak mereka yang terkena autis disebabkan oleh reaksi dari vaksinasi.

Penelitian dalam jumlah besar dan luas tentunya lebih bisa dipercaya dibandingkan laporan beberapa kasus yang jumlahnya relatif tidak bermakna secara umum. Namun penelitian secara khusus pada penyandang autis, memang menunjukkan hubungan tersebut meskipun bukan merupakan sebab akibat..

Banyak pula ahli melakukan penelitian dan menyatakan bahwa bibit autis telah ada jauh hari sebelum bayi dilahirkan bahkan sebelum vaksinasi dilakukan. Kelainan ini dikonfirmasikan dalam hasil pengamatan beberapa keluarga melalui gen autisme. Patricia Rodier, ahli embrio dari Amerika bahwa korelasi antara autisme dan cacat lahir yang disebabkan oleh thalidomide menyimpulkan bahwa kerusakan jaringan otak dapat terjadi paling awal 20 hari pada saat pembentukan janin. Peneliti lainnya, Minshew menemukan bahwa pada anak yang terkena autisme bagian otak yang mengendalikan pusat memory dan emosi menjadi lebih kecil dari pada anak normal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gangguan perkembangan otak telah terjadi pada semester ketiga saat kehamilan atau pada saat kelahiran bayi.

Karin Nelson, ahli neorology Amerika mengadakan menyelidiki terhadap protein otak dari contoh darah bayi yang baru lahir. Empat sampel protein dari bayi normal mempunyai kadar protein yang kecil tetapi empat sampel berikutnya mempunyai kadar protein tinggi yang kemudian ditemukan bahwa bayi dengan kadar protein otak tinggi ini berkembang menjadi autis dan keterbelakangan mental. Nelson menyimpulkan autisme terjadi sebelum kelahiran bayi.

Saat ini, para pakar kesehatan di negara besar semakin menaruh perhatian terhadap kelainan autis pada anak. Sehingga penelitian terhadap autism semakin pesat dan berkembang. Sebelumnya, kelainan autis hanya dianggap sebagai akibat dari perlakuan orang tua yang otoriter terhadap anaknya. Kemajuan teknologi memungkinkan untuk melakukan penelitian mengenai penyebab autis secara genetik, neuroimunologi dan metabolik. Pada bulan Mei 2000 para peneliti di Amerika menemukan adanya tumpukan protein didalam otak bayi yang baru lahir yang kemudian bayi tersebut berkembang menjadi anak autisme. Temuan ini mungkin dapat menjadi kunci dalam menemukan penyebab utama autis sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahannya.

6 Tanggapan

  1. Transfer Factor Untuk Anak autis
    Fakta:
    Anak-anak memiliki system imun yang masih lemah dan mudah terserang infeksi yang di dapat dari kehidupan sehari-hari dan juga dari sekolah.
    Fakta:
    Anak-anak bayak sekali mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar gula yang tinggi,dan memiliki asupan yang rendah terhadap nutrisi yang penting untuk meningkatkan system kekebalan tubuh.
    Fakta:
    Anak-anak mendapatkan infeksi dari lingkungan rumah dan sekolah.
    Fakta:
    Infeksi telinga yang meningkat membuat penggunaan antibiotic dosis tinggi meningkat pada anak-anak.
    Fakta:
    Penggunaan antibiotic yang berlebihan pada anak-anak menyebabkan system imun tidak bekerja optimal,dan membuat tingkat resistensi bakteri terhadap antibiotic meningkat.
    Transfer Factor adalah alami, aman , tidak menimbulkan efek samping, dan mudah dikonsumsi oleh anak-anak.
    Anak-anak mendapatkan manfaat yang luar biasa dari transfer factor di dalam kehidupan mereka.
    Dr.David Markowitz, seorang dokter spesialis anak melakukan penelitian selama 12 bulan terhadap transfer factor menemukan dari 88 anak yang mengkonsumsi transfer factor 2 cap per hari selama 8 bulan, didapatkan 74% penurunan jumlah penderita penyakit,dan 84% penurunan dalam penggunaan antibiotic pada anak-anak yang sakit.yang terpenting bahwa tidak ditemukan adanya efek samping pada anak-anak, Dr. David mengindikasikan terjadi penghematan lebih US$25.000 oleh group yang mengkonsumsi transfer factor dalam hal perawatan rumah-sakit, kunjungan dokter dan biaya pengobatan.
    Mengapa Anak-Anak Menbutuhkan Transfer Factor
    • Transfer Factor menghemat jutaan rupiah dalam biaya pengobatanTransfer Factor membantu mencegah infeksi berulang seperti flu,amandel dan infeksi telinga.
    • Transfer Factor mencegah penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak perlu dengan cara meningkatkan kekebalan dan sistem pertahanan tubuh anak-anak.
    • Transfer Factor terbukti aman diberikan untuk anak-anak mulai berumur 1 hari.
    • Transfer Factor dapat meningkatkan IQ pada anak-anak .
    • Transfer Factor sudah dibuktikan secara sains selama lebih 50 tahun,dan menghasilkan lebih dari 3500 laporan uji klinis oleh para ilmuwan lebih dari 60 negara.
    • Transfer Factor sangat dibutuhkan oleh anak-anak mengingat begitu tingginya tingkat stress yang didapatkan anak disekolah,sehingga dapat melemahkan system kekebalan tubuh,yang berakibat mudahnya anak2 terkena penyakit.
    Bahkan obat ini telah di coba pada penderita outis dan dua bulan terapi bicaranya sudah mulai teratur, dia sudah tidak perlu guru pendamping dan belum lama dia menjuarai sains di sekolahnya. Info ( adi 0858 8087 1026 )

    JAWAB:
    Terima kasih mas adi atas informasinya.

  2. Pak Adi…tolong infonya dong soal transfer factor itu apa yah? Makasih pak Infonya…

  3. Assalamualaikum,

    Saya mohon dibantu untuk infonya yang lengkap mengenai isu imunisasi MMR dapat menyebabkan autis. Karena sampai saat ini saya masih ragu untuk mengimunisasi anak saya, sudah 2 kali dokter anak saya menyuruh untuk imunisasi MMR tersebut tapi saya menolaknya, dan pada bulan April 2009 mendatang kembali lagi anak saya diminta untuk imunisasi MMR. Saat ini anak saya berusia 6 tahun dan sudah sekolah kelas 1 SD.
    Terima kasih ya atas bantuannya?

    JAWAB:
    Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakaatuh
    Untuk bu dyah terima kasih telah mampir, mohon maaf sekali saya tidak bisa membantu, karena keterbatasan kapasitas dan ilmu saya, terima kasih.

  4. assalamu’alaikum wr.wb.
    halo,salam kenal….!! Saya calon ibu muda dan ini kehamilan pertama. Yg mau saya tanyakan apakah kelainan2 pada bayi seperti autis,down syndrome,dll dapat dideteksi sejak kehamilan? Trim’s untuk jawabannya ya

    wassalamu’alaikum wr.wb

    nia

    JAWAB:
    Sejumlah penyakit genetik yang menimbulkan gangguan pertumbuhan fisik maupun retardasi mental kini bisa dideteksi secara dini. Kelainan seperti talasemia, sindroma Down bisa diperiksa sejak janin masih berusia beberapa minggu.
    Talasemia adalah penyakit keturunan di mana tubuh kekurangan salah satu zat pembentuk hemoglobin (Hb) sehingga mengalami anemia berat dan perlu tranfusi darah seumur hidup.
    Sindroma Down adalah kelebihan jumlah untaian di kromosom 21 sehingga anak tumbuh dengan retardasi mental, kelainan jantung, pendengaran dan penglihatan buruk, otot lemah serta kecendrungan menderita kanker sel darah putih (leukemia).
    Kelainan lain yang dapat dideteksi sejak janin adalah sindroma Patau yang menyebabkan gangguan berat pada perkembangan otak, jantung, ginjal, bibir dan rongga mulut. Jika gejala berat, bayi bisa meninggal beberapa jam atau beberapa minggu setelah dilahirkan. Juga sindroma Edward yang menimbulkan retardasi mental, gangguan pertumbuhan, ukuran kepala dan pinggul kecil serta kelainan tangan dan kaki.
    Pasangan yang hendak menikah, pasangan yang salah satunya membawa kelainan kromosom, pasangan yang mempunyai anak yang menderita kelainan kromosom, penderita kelainan kromosom yang sedang hamil atau ibu yang hamil di usia tua bisa memeriksakan diri dan janin untuk memastikan apakah janin yang dikandung akan menderita kelainan kromosom atau tidak.
    Dengan mengetahui sejak dini, pasangan mempunyai kesempatan untuk mempertimbangkan apakah kehamilan akan diteruskan atau tidak setelah mendapat konseling genetik tentang berbagai kemungkinan yang akan terjadi.

  5. Saya bersyukur dengan adanya forum ini. Mohon saran pak, saya akan bekerja pada lembaga konsul & terapi autis, apa yang harus saya persiapkan secara fisik / mental? terima kasih. semoga terus manfaat.

    JAWAB:
    Terima Kasih telah share disini, saran saya yang perlu dipersiapkan adalah ilmu tentang pediatric terutama autims dan terapinya yang up to date, dan persiapkan sifat sabar dan penyayang terhadap anak-anak, Semoga bermafaat ya…keep spirit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: