Tentang Asma

Asma

Diambil dari berbagai sumber.

child-asthma.gif 

Asma adalah penyakit yang berakibat pada saluran pernafasan pada paru (bronchioles).Asthma disebabkan peradangan yang kronis dan terus menerus dalam jangka waktu yang lama.Ini  menyebabkan saluran pernafasan seseorang dengan asthma, memilki sensivitas yang tinggi terhadap berbagai macam “pencetus”.baca selengkapnya…Ketika peradangan tercetus oleh berbagai factor dari luar dan dari dalam , saluran pernafasan mengalami pembengkakan dan terpenuhi oleh ingus. Otot tanpa adanya kontraksi saluran pernafasan (bronchospasm), lebih lanjut menyebabkan terjadinya pembatasan saluran udara, pembatasan ini menyebabkan kesulitan dalam ekspiration (menghembuskan udara keluar dari dalam paru).

Gejala Penyakit Asma

Frekuensi dan beratnya serangan asma bervariasi. Beberapa penderita lebih sering terbebas dari gejala dan hanya mengalami serangan serangan sesak nafas yang singkat dan ringan, yang terjadi sewaktu-waktu.

Penderita lainnya hampir selalu mengalami batuk dan mengi (bengek) serta mengalami serangan hebat setelah menderita suatu infeksi virus, olah raga atau setelah terpapar oleh alergen maupun iritan. Menangis atau tertawa keras juga bisa menyebabkan timbulnya gejala.

Suatu serangan asma dapat terjadi secara tiba-tiba ditandai dengan nafas yang berbunyi (wheezing, mengi, bengek), batuk dan sesak nafas. Bunyi mengi terutama terdengar ketika penderita menghembuskan nafasnya. Di lain waktu, suatu serangan asma terjadi secara perlahan dengan gejala yang secara bertahap semakin memburuk.

Pada kedua keadaan tersebut, yang pertama kali dirasakan oleh seorang penderita asma adalah sesak nafas, batuk atau rasa sesak di dada. Serangan bisa berlangsung dalam beberapa menit atau bisa berlangsung sampai beberapa jam, bahkan selama beberapa hari.

Gejala awal pada anak-anak bisa berupa rasa gatal di dada atau di leher. Batuk kering di malam hari atau ketika melakukan olah raga juga bisa merupakan satu-satunya gejala. Selama serangan asma, sesak nafas bisa menjadi semakin berat, sehingga timbul rasa cemas. Sebagai reaksi terhadap kecemasan, penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat.

Pada serangan yang sangat berat, penderita menjadi sulit untuk berbicara karena sesaknya sangat hebat. Meskipun telah mengalami serangan yang berat, biasanya penderita akan sembuh sempurna.

Kebingungan, letargi (keadaan kesadaran yang menurun, dimana penderita seperti tidur lelap, tetapi dapat dibangunkan sebentar kemudian segera tertidur kembali) dan sianosis (kulit tampak kebiruan) merupakan pertanda bahwa persediaan oksigen penderita sangat terbatas dan perlu segera dilakukan pengobatan.

Kadang beberapa alveoli (kantong udara di paru-paru) bisa pecah dan menyebabkan udara terkumpul di dalam rongga pleura atau menyebabkan udara terkumpul di sekitar organ dada. Hal ini akan memperburuk sesak yang dirasakan oleh penderita.

Penyebab Penyakit Asma

Istilah penyebab asma sebenarnya kurang tepat karena sampai saat ini penyebab asma belum diketahui. Telah banyak penelitian yang dilakukan oleh para ahli di bidang asma untuk menerangkan sebab terjadinya asma, namun belum satu pun teori atau hipotesis yanga dapat diterima atau disepakati semua para ahli.

Meskipun demikian yang jelas saluran pernapasan penderita asma memiliki sifat yang khas yaitu sangat peka terhadap berbagai rangsangan (bronchial hyperreactivity = hipereaktivitas saluran napas). Asap rokok, tekanan jiwa, alergen pada orang normal tidak menimbulkan asma tetapi pada penderita asma rangsangan tadi dapat menimbulkan serangan.

Pada penderita asma, penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga.

Pada suatu serangan asma, otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara.

Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernafas.

Sel-sel tertentu di dalam saluran udara (terutama sel mast) diduga bertanggungjawab terhadap awal mula terjadinya penyempitan ini. Sel mast di sepanjang bronki melepaskan bahan seperti histamin dan leukotrien yang menyebabkan terjadinya:

  • kontraksi otot polos
  • peningkatan pembentukan lendir
  • perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki.

Sel mast mengeluarkan bahan tersebut sebagai respon terhadap sesuatu yang mereka kenal sebagai benda asing (alergen), seperti serbuk sari, debu halus yang terdapat di dalam rumah atau bulu binatang.

Tetapi asma juga bisa terjadi pada beberapa orang tanpa alergi tertentu. Reaksi yang sama terjadi jika orang tersebut melakukan olah raga atau berada dalam cuaca dingin.Stres dan kecemasan juga bisa memicu dilepaskannya histamin dan leukotrien.

Sel lainnya (eosnofil) yang ditemukan di dalam saluran udara penderita asma melepaskan bahan lainnya (juga leukotrien), yang juga menyebabkan penyempitan saluran udara.

Faktor Pencetus Serangan Asma

Pemicu mengakibatkan terganggunya saluran pernafasan dan mengakibatkan penyempitan dari saluran pernafasan (bronkokonstriksi). Pemicu tidak menyebabkan peradangan. Banyak kalangan kedokteran yang menganggap pemicu dan bronkokonstriksi adalah gangguan pernafasan akut, yang belum berarti asma.

Gejala-gejala dan bronkokonstriksi yang diakibatkan oleh pemicu timbul seketika, berlangsung dalam waktu pendek dan lebih mudah diatasi dalam waktu singkat. Namun saluran pernafasan akan bereaksi lebih cepat bila sudah ada atau terjadi peradangan.

  1. Faktor pada pasien
    • Aspek genetik
    • Kemungkinan alergi
    • Saluran napas yang memang mudah terangsang
    • Jenis kelamin
    • Ras/etnik
  2. Faktor lingkungan

1.      Bahan-bahan di dalam ruangan :Tungau debu rumah,Binatang, kecoa

2.      Bahan-bahan di luar ruangan :Tepung sari bunga,Jamur

3.      Makanan-makanan tertentu, bahan pengawet, penyedap, pewarna makanan

4.      Obat-obatan tertentu

5.      Iritan (parfum, bau-bauan merangsang, household spray )

6.      Ekspresi emosi yang berlebihan

7.      Asap rokok dari perokok aktif dan pasif

8.      Polusi udara dari luar dan dalam ruangan

9.      Infeksi saluran napas

10.  Exercise induced asthma, mereka yang kambuh asmanya ketika melakukan aktivitas fisik tertentu.

11.  Perubahan cuaca

Pencegahan Asma

Semua serangan penyakit asma harus dicegah. Serangan penyakit asma dapat dicegah jika faktor pemicunya diketahui dan bisa dihindari. Serangan yang dipicu oleh olah raga bisa dihindari dengan meminum obat sebelum melakukan olah raga.

Ada usaha-usaha pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah datangnya serangan penyakit asma, antara lain :

  1. Menjaga kesehatan
  2. Menjaga kebersihan lingkungan
  3. Menghindarkan faktor pencetus serangan penyakit asma
  4. Menggunakan obat-obat antipenyakit asma

Setiap penderita harus mencoba untuk melakukan tindakan pencegahan. Tetapi bila gejala-gejala sedang timbul maka diperlukan obat antipenyakit asma untuk menghilangkan gejala dan selanjutnya dipertahankan agar penderita bebas dari gejala penyakit asma.

1. Menjaga Kesehatan

Menjaga kesehatan merupakan usaha yang tidak terpisahkan dari pengobatan penyakit asma. Bila penderita lemah dan kurang gizi, tidak saja mudah terserang penyakit tetapi juga berarti mudah untuk mendapat serangan penyakit asma beserta komplikasinya.

Usaha menjaga kesehatan ini antara lain berupa makan makanan yang bernilai gizi baik, minum banyak, istirahat yang cukup, rekreasi dan olahraga yang sesuai. Penderita dianjurkan banyak minum kecuali bila dilarang dokter, karena menderita penyakit lain seperti penyakit jantung atau ginjal yang berat.

Banyak minum akan mengencerkan dahak yang ada di saluran pernapasan, sehingga dahak tadi mudah dikeluarkan. Sebaliknya bila penderita kurang minum, dahak akan menjadi sangat kental, liat dan sukar dikeluarkan.

Pada serangan penyakit asma berat banyak penderita yang kekurangan cairan. Hal ini disebabkan oleh pengeluaran keringat yang berlebihan, kurang minum dan penguapan cairan yang berlebihan dari saluran napas akibat bernapas cepat dan dalam.

2. Menjaga kebersihan lingkungan

Lingkungan dimana penderita hidup sehari-hari sangat mempengaruhi timbulnya serangan penyakit asma. Keadaan rumah misalnya sangat penting diperhatikan. Rumah sebaiknya tidak lembab, cukup ventilasi dan cahaya matahari.

Saluran pembuangan air harus lancar. Kamar tidur merupakan tempat yang perlu mendapat perhatian khusus. Sebaiknya kamar tidur sesedikit mungkin berisi barang-barang untuk menghindari debu rumah.

Hewan peliharaan, asap rokok, semprotan nyamuk, atau semprotan rambut dan lain-lain mencetuskan penyakit asma. Lingkungan pekerjaan juga perlu mendapat perhatian apalagi kalau jelas-jelas ada hubungan antara lingkungan kerja dengan serangan penyakit asmanya.

3. Menghindari Faktor Pencetus

Alergen yang tersering menimbulkan penyakit asma adalah tungau debu sehingga cara-cara menghindari debu rumah harus dipahami. Alergen lain seperti kucing, anjing, burung, perlu mendapat perhatian dan juga perlu diketahui bahwa binatang yang tidak diduga seperti kecoak dan tikus dapat menimbulkan penyakit asma.

Infeksi virus saluran pernapasan sering mencetuskan penyakit asma. Sebaiknya penderita penyakit asma menjauhi orang-orang yang sedang terserang influenza. Juga dianjurkan menghindari tempat-tempat ramai atau penuh sesak.

Hindari kelelahan yang berlebihan, kehujanan, penggantian suhu udara yang ekstrim, berlari-lari mengejar kendaraan umum atau olahraga yang melelahkan. Jika akan berolahraga, lakukan latihan pemanasan terlebih dahulu dan dianjurkan memakai obat pencegah serangan penyakit asma.Zat-zat yang merangsang saluran napas seperi asap rokok, asap mobil, uap bensin, uap cat atau uap zat-zat kimia dan udara kotor lainnya harus dihindari.

           

About these ads

8 Tanggapan

  1. kalo ada info atau artikel fisioterapi pada kasus paru paru dan jantung,,,, dimuat ya trims

    JAWAB:
    InsyaAlloh, pesenan akhee ana sajikan.

  2. Saya mau tanya boleh kan.. Apakah seseorang yg mengidap penyakit asma dapat berenang atau menyelam? Tlong jwb ya.. Trims
    JAWAB:
    Bisa, selama rasa dingin dari air tidak memicu kontraksi otot-otot pernapasan sehingga menimbulkan serangan asma, dan sebaiknya dilakukan adaptasi dan latihan terlebih dahulu secara bertahap.

  3. assalamualaikum…
    mau tanya nih, apakah faktor genetik sangat mempengaruhi seseorang mengindap penyakit asma? jenis kelamin apa yg paling rentan atas penyakit asma? apa asma dapat menular? syukron atas jawabannya.
    wassalam
    umiyazid

    JAWAB:
    Wa’alaikumussalam…,kepada umiyazid asma kecenderungan bersifat herediter (keturunan), yang paling rentan biasanya wanita, asma bukan penyakit menular, pencegahan yang paling efektif adalah jauhkan dari hal-hal yang memicu asma contoh debu, asap rokok, bulu hewan, boneka berbulu, DLL dan jagalah kebersihan rumah dam lingkungan.

  4. gimana cara untuk mengurangi asma????

  5. para penderita asma umumnya cemas nggak? karena penyakitnya? n terkadang merasa cemas menghadapi masa depannya nggak???
    tlg dibalas diemail ya pak

  6. penyakit asma

  7. Nama saya audi,saya mau tanya. ayah saya berumur 53tahun dgn berat badan 70kg,dia adalah seorang penyakit asma. mulai dari umur 52tahun penyakit asmanya sering banget kambuh. ampir 1bulan bisa sampe 2 ato 3 kali berobat kedokter. keluarga saya juga sudah hampir putus asa
    karna mulai dari obat tradisional sampe kedokteran sudah dicoba
    jd bagaimana untu kesembuhan ayah saya ini,obat apa yg harus
    saya berikan untuknya? apakah berat badan berpengaruh terhadap penderita asma?tolong balas lewat email ya. saya tunggu untuk jawabannya,Trimakasih.

  8. asalamualaikum.sebelumnya trimakasih untuk jawaban yg pertama tetepi disini saya ingin menanyakan lg tentang penyakit asma.
    ayah saya akhir2 ini sering skali penyakit asmanya kambuh bahkan ventolin saja sudah tidak bisa untuk menyembuhkan penyakitnya,ayah saya ini baru bisa sembuh setelah disuntik tetapi dlm 1bulan penyakitnya ini bisa kambuh 2 ato 3 kali,apakah terlalu sering disuntik akan menimbulkan bahaya? kira2 adakah penyembuhan melalui obat tradisional/apotek hidup? atau waktu itu bpk menyarankan agar ayah saya ini senam asma tetapi saya tidak tau tempatnya,kira2 kalo untuk daerah bogor ini senam asma bisa diikuti dimana y? mohin dibalas lg melalui email y,saya tunggu untuk jawabannya,trimakasih.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: